07 May 2021 10:18 WIB

Air Suspension: Fitment and Ease of Use

The stance style game is big now, and with the boom of stance style, companies start to make the stance look even better with technologies.

One of those technologies is air suspension, which started as a humble tech for making luxury cars more comfortable, now it’s being utilized as a way to slam your car down.

The history of air suspension can be traced down to 1901 when a British engineer by the name of Archibald Sharp patented something described as ‘rolling mitten seal”. He then applied his invention on January 11, 1901 to provide air suspension on bicycles.

This tech was then developed by the United States for heavy aircraft to reduce weight with more compact construction. This was also used in heavy trucks and aircraft to attain self leveling suspension.

One of the earliest automakers to adapt this tech is Buick in 1958 dubbed the “Air-Posed Suspension” for automatic self leveling. Fast forward to 1986, Toyota introduced the first electronically controlled semi-active full air suspension system in the Toyota Soarer.

Air suspensions are available on premium cars since they provide better ride comfort, this also the reason why most cars that use air suspension are comfortable luxury cars.

Air suspension is now widely used for custom application, this is because their ability to sit extremely low and then rise up to maneuver over obstacles on the road.

The main components of air suspension are:

  • Vulcanized rubber
  • Air compressor
  • Compressed air storage tank
  • Valve block
  • Controller module
  • Piping
  • Height sensors on some system.

The main principle of this system isn’t that complicated. When the driver wants the car to sit low and slammed, the driver simply presses a button, a set of valves and solenoids will open up and release the pressure from the air suspension rubber or balloon. When aired out, it will give the signature air release sound.

Then when the drivers need some extra ground clearance, a push of a button will put air into the balloon, raising the car up. This makes the air suspension the choice for comfortable daily slammed cars thanks to its flexibility.

Nowadays, air suspension is even better than before. A lot more cars came with air suspension from the factory. And then, that’s followed by aftermarket air suspension.

The aftermarket air suspension themself is always evolving with more variations, more features, more technologies, making them more comfortable and safer. What makes them interesting is that a lot more kinds of cars are using this suspension. Not only hotrods and stance builds, but it has reached the exotic or even hybrid in the JDM cars.

But this kind of suspension needs a very precise installation and maintenance. For Accelera’s tyre, tyre pressure is everything.

Improper tyre pressure on tyres will affect the vehicle handling, passenger comfort, and braking performance. In the end, it will reduce fuel efficiency and tyre age.

 

Indonesia 

Gaya stance sekarang sedang gila-gilanya. Apalagi karena sedang booming, banyak perusahaan yang mulai membuat produk agar tampilan stance menjadi lebih baik dengan berbagai teknologi.

Salah satunya adalah suspensi udara, yang dimulai sebagai teknologi untuk membuat mobil mewah semakin nyaman. Kini, teknologi tersebut sering digunakan untuk mengamblaskan mobilmu.

Sejarah suspensi udara bisa ditarik ke tahun 1901, dimana seorang insinyur Inggris bernama Archibald Sharp mematenkan sesuatu yang dinamakan “rolling mitten seal”. Penemuan ini pun diaplikasikan pada motor di 11 Januari 1901 yang bisa dibilang menjadi salah satu penggunaan suspensi udara pertama di dunia.

Penemuan ini lalu dikembangkan oleh Amerika Serikat untuk kebutuhan militer, tepatnya untuk pesawat yang berat sebagai pengurang bobot dan konstruksi yang lebih kompak. Selain di pesawat, teknologi ini juga diaplikasikan ke truk untuk fitur “self leveling” atau pendataran mandiri.

Salah satu mobil penumpang paling pertama yang menggunakan teknologi suspensi udara adalah Buick di tahun 1958 yang memiliki fitur pendataran mandiri otomatis yang dinamakan “Air-Posed Suspension”. Lalu, di tahun 1986, Toyota memperkenalkan sistem suspensi udara penuh semi aktif dengan pengontrol elektronik pada Toyota Soarer.

Sejak saat itu, suspensi udara mulai marak digunakan pada mobil premium karena memberikan rasa berkendara yang lebih nyaman. Ini juga alasan mobil premium yang menggunakan suspensi udara adalah mobil mewah yang nyaman.

Suspensi udara kini sering digunakan untuk kebutuhan modifikasi, ini karena kelebihan mereka yang bisa sangat merendahkan mobil tapi bisa kembali naik ketika kondisi jalanan kurang baik.

Adapun komponen utama dari kebanyakan suspensi udara adalah:

  • Karet vulkanisir
  • Kompresor udara
  • Tangki udara
  • Blok katup
  • Modul kontrol
  • Pipa
  • Sensor ketinggian pada beberapa sistem

Prinsip utamanya tidaklah ribet. Ketika pengemudi ingin mobilnya rendah dan ceper, cukup tekan satu tombol, maka katup dan solenoid akan membuka, melepaskan tekanan udara dari karet atau balon suspensi udara yang menggantikan per, memberikan suara khas suspensi udara ketika dilepas tekanannya.

Lalu ketika pengemudi membutuhkan ketinggian ekstra, sebuah tekanan pada tombol akan memasukan udara ke dalam balon yang kemudian mengangkat mobil. Hal ini pun membuat suspensi udara menjadi sebuah pilihan bagi mobil ceper yang tetap nyaman karena fleksibilitasnya.

Sekarang suspensi udara sudah semakin canggih. Semakin banyak juga mobil pabrikan yang sudah memakai suspensi udara ini. Dengan itu diikuti oleh suspensi udara aftermarket. 

Pada suspensi udara aftermarket, juga berkembang terus. Semakin banyak jenisnya, semakin beragam fitur, semakin tinggi teknologinya, membuatnya semakin nyaman dan tak diragukan lagi keamanannya. Yang membuatnya menarik adalah semakin banyak aliran yang menggunakan suspensi ini. Bukan hanya hot rod atau stance tapi kini menjamah pada mobil exotic dan bahkan hybrid di mobil JDM. 

Namun suspensi jeni ini sangat memperhitungkan teknik instalasi hingga perawatan. Bagi ban Accelera, ukuran tekanan angin ban menjadi hal yang utama. 

Tekanan angin yang tidak tepat pada ban mempengaruhi kendali kendaraan, kenyamanan penumpang dan kondisi pengereman. Ujungnya berakibat pada penurunan efisiensi bahan bakar dan umur ban.

 

Share