09 December 2021 22:14 WIB

How More Valve Can Lead To More Power

Now, more and more engines are using a system of 4 valves per cylinder. In fact, economy cars that used to only use 2 valves per cylinder now on average already use 4. In fact, some high-performance engines such as the Toyota 4A-GE Blacktop engine have 5 valves per cylinder.

It was chosen for several reasons. First, more air can get in and out with more valves. This will maximise combustion in the engine, providing greater power.

Then, one of the things that is often not realised is, the use of smaller but many valves, meaning a lower reciprocating weight. So, the valve can open and close faster.

Indeed, the weight that changes may not be significant. But if the engine is already rotating at thousands of RPM, it will feel the difference. With a lower reciprocating weight, the engine can achieve a higher RPM without worrying about valve float that can damage the engine.

Then, why do most machines only stop until 4 or maybe 5? Because, some engine manufacturers who experiment with more valve numbers, feel the advantages provided are not worth it compared to the complexity posed. So, 4 valves per cylinder is considered the best middle ground.

With the performance of such a revy engine, the right tyre is needed, namely Accelera 651 Sport with exceptional grip.

 

Indonesia 

Kini, semakin banyak mesin yang menggunakan sistem 4 katup per silinder. Bahkan, mobil ekonomi yang dulunya hanya menggunakan 2 katup per silinder kini rata-rata sudah menggunakan 4. Bahkan, beberapa mesin performa tinggi seperti mesin Toyota 4A-GE Blacktop memiliki 5 katup per silindernya.

Hal ini dipilih karena beberapa alasan. Pertama, lebih banyak udara yang bisa keluar dan masuk dengan lebih banyak katup. Hal ini akan memaksimalkan pembakaran pada mesin, memberikan tenaga yang lebih besar.

Kemudian, salah satu hal yang seringkali tidak disadari adalah, penggunaan katup lebih kecil tapi banyak, artinya berat resikropasi yang lebih rendah. Sehingga, katup bisa membuka dan menutup dengan lebih cepat.

Memang berat yang berubah mungkin tidak signifikan. Tetapi jika mesin sudah berputar dengan ribuan RPM, maka akan terasa perbedaannya. Dengan berat resokropasi yang lebih rendah, maka mesin bisa mencapai RPM yang lebih tinggi tanpa khawatir terjadinya valve float yang bisa merusak mesin.

Lalu, mengapa kebanyakan mesin hanya berhenti sampai 4 atau mungkin 5? Karena, beberapa produsen mesin yang bereksperimen dengan jumlah katup lebih banyak, merasa kelebihan yang diberikan tidak sepadan dibandingkan dengan kompleksitas yang ditimbulkan. Sehingga, 4 katup per silinder dirasa sebagai jalan tengah terbaik.

Dengan performa dari mesin seperti itu pun, maka diperlukan ban yang tepat, yaitu Accelera 651 Sport dengan daya cengkeram yang eksepsional.

 

Share