30 October 2021 10:48 WIB

Some Easy Tricks To Save Your Brakes

Brakes will wear out, if we talk about the pads. However, it's our main medium to do braking. The brake pads make direct contact with the disc or drums of the brakes so that the car can stop.

This pad is relatively quick to deplete if used incorrectly. In fact, under ideal conditions, brake pads can last up to 40,000 km like a set of Accelera tyres and should be checked every 10,000 km in most cars. The main factor? Driving style. So there are several ways to save the brakes.

1. Engine Braking

Your car can brake with the engine, that’s called engine braking. The trick is, when driving, release the gas in low gear, then you will feel the car decelerating. If you need to stop faster or slow down even more, then use the brakes.

2. Aggressiveness

The more aggressive the way you drive, the faster the brakes run out. For example, slamming the gas and then braking suddenly. In addition to wasting fuel, this method is very wasteful to your brakes because the brakes are used excessively.

3. Watch Your Feet and Handbrake

This can happen, for example, while driving, your feet accidentally hit the brakes when pressing the gas. It will usually feel different because the brake pedal is harder than the gas. Then, make sure the handbrake is off when driving. Driving with the handbrake is the same as using the brake pads on the rear brake.

 

Indonesia 

Rem akan habis, jika kita bicara tentang kampasnya. Namun, kampaslah media utama kita melakukan pengereman. Kampas rem melakukan kontak langsung dengan piringan atau tromol dari rem sehingga mobil bisa berhenti.

Kampas ini relatif cepat habis bila salah pemakaiannya. Padahal, dalam kondisi ideal, kampas rem bisa bertahan hingga 40.000 km seperti sebuah ban Accelera dan sebaiknya diperiksa setiap 10.000 km pada kebanyakan mobil. Faktor utamanya? Gaya mengemudi. Sehingga ada beberapa cara untuk menghemat kampas rem.

1. Engine Braking

Mobil bisa mengerem dengan mesin, seusai dengan namanya, engine braking. Caranya, ketika melaju, lepas gas pada gigi rendah, maka mobil akan terasa deselerasinya. Bila perlu berhenti lebih cepat, barulah gunakan rem.

2. Agresivitas

Semakin agresif cara mengemudi, rem lebih cepat habis. Misalnya sering mengegas dalam dan mengerem mendadak. Selain boros bahan bakar, cara ini sangat boros rem karena rem digunakan dengan berlebihan.

3. Awasi Kaki dan Rem Tangan

Hal ini bisa saja terjadi, misalnya saat mengemudi, kaki tidak sengaja juga menginjak rem saat mengegas. Biasanya akan terasa berbeda karena pedal rem lebih keras dibandingkan gas. Lalu, pastikan rem tangan tidak aktif saat berjalan. Berjalan dengan menggunakan rem tangan sama saja menghamburkan kampas rem pada rem belakang.

 

Share