Tire Blowout on the Highway? Don't Hit the Brakes, Here's What to Do
A tire blowout at highway speeds remains one of the common causes of single-vehicle accidents. Unfortunately, many drivers still react incorrectly when it happens by instinctively slamming on the brakes.
Safety experts warn that braking suddenly after a tire blowout can make the vehicle harder to control. The vehicle's weight shifts forward, causing the car to pull toward the damaged tire and increasing the risk of skidding or even rolling over.
The first thing drivers should do is stay calm and keep the steering wheel pointed straight ahead. If a front tire blows out, a firmer grip on the steering wheel is necessary because the vehicle will naturally pull toward the affected side.
Drivers should also avoid shifting the transmission into neutral. For manual vehicles, pressing the clutch pedal should be avoided, as engine braking helps maintain better vehicle control during the emergency.
Instead, gradually release the accelerator and allow the vehicle to slow down naturally. The priority is to keep the car stable while reducing speed in a controlled manner.
Once the situation is under control, activate the left turn signal and carefully move toward the left lane or shoulder. Always check surrounding traffic before pulling over and bringing the vehicle to a safe stop.
Preventive maintenance is equally important. Underinflated tires are among the leading factors that can contribute to tire failure and blowouts, especially during long-distance or high-speed driving.
Regularly checking tire pressure, tread condition, and tire age can significantly reduce the risk. When a blowout occurs, the right reaction can make the difference between a controlled stop and a serious accident.
🇮🇩 Indonesia
Ban Mobil Pecah di Jalan Tol? Jangan Langsung Injak Rem, Ini yang Harus Dilakukan
Ban mobil pecah saat melaju di jalan tol masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan tunggal yang cukup sering terjadi. Yang membuat situasi semakin berbahaya, banyak pengemudi justru melakukan reaksi spontan yang salah ketika ban pecah, yaitu langsung menginjak pedal rem.
Padahal, menurut berbagai panduan keselamatan berkendara, tindakan tersebut bisa membuat mobil kehilangan kendali. Saat rem diinjak mendadak, bobot kendaraan berpindah ke depan dan mobil cenderung tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam kondisi tertentu, kendaraan bahkan bisa terpelanting atau terguling.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mempertahankan arah kemudi lurus ke depan. Jika ban depan yang pecah, pengemudi perlu memegang setir lebih kuat karena mobil akan menarik ke sisi ban yang rusak. Hindari membanting setir ke arah berlawanan karena dapat memperburuk situasi.
Pengemudi juga disarankan untuk tidak memindahkan transmisi ke posisi netral. Pada mobil manual, hindari menginjak pedal kopling. Biarkan mesin tetap membantu menahan laju kendaraan sehingga mobil lebih mudah dikendalikan.
Langkah berikutnya adalah melepas pedal gas secara perlahan dan membiarkan kecepatan turun dengan sendirinya. Fokus utama adalah menjaga kendaraan tetap stabil hingga kecepatannya cukup rendah dan aman untuk bermanuver.
Setelah kondisi terkendali, nyalakan lampu sein kiri dan arahkan kendaraan secara perlahan menuju lajur paling kiri. Pastikan kondisi lalu lintas di belakang aman sebelum masuk ke bahu jalan dan menghentikan kendaraan.
Selain memahami teknik menghadapi ban pecah, pengemudi juga perlu rutin memeriksa kondisi ban dan tekanan angin. Tekanan ban yang kurang dari rekomendasi pabrikan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kerusakan hingga pecah ban saat kendaraan melaju.
Karena itu, pemeriksaan tekanan angin, kondisi tapak, dan usia ban sebaiknya dilakukan secara berkala. Dalam situasi darurat seperti ban pecah, reaksi yang tepat bisa menjadi faktor penentu antara kendaraan tetap terkendali atau berujung kecelakaan.